Headlines Post :
Home » » Alasan Memakai Kurikulum 2013

Alasan Memakai Kurikulum 2013

Written By Mas Wanto on Rabu, 23 Januari 2013 | 21.11


MTsN TAPAN - Alasan Memakai Kurikulum 2013

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun pelajaran 2013/2014 akan menerapkan  Kurikulum 2013. Berbagai persiapan untuk penerapan telah dan sedang dilakukan. Dimulai dari penyusunan rancangan, presentasi kepada wakil presiden, dan saat ini sedang memasuki uji publik. Uji publik dilakukan melalui tiga strategi, dialog tatap muka di tingkat nasional yang dilaksanakan pada lima kota, Jakarta, Yogyakarta, Medan Makassar dan Denpasar. Selain itu, juga dialog pada 33 provinsi, dialog virtual melalui laman  http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id. Kemudian, secara tertulis (bahan dikirim ke perguruan tinggi dan lembaga kemasyarakatan pemerhati pendidikan).

Ada empat alasan perlunya perubahan kurikulum saat ini. 
Pertama, tantangan masa depan, seperti globalisasi, WTO, ASEAN Community, APEC; masalah lingkungan hidup; kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, ekonomi berbasis pengetahuan, kebangkitan ekonomi kreatif dan lain-lain.
Kedua, kebutuhan kompetensi masa depan, seperti, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemam puan menjadi warga negara yang bertanggungjawab, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda dan lain sebagainya.
Ketiga, ada fenomena negatif di masyarakat sebagai kekurangan kurikulum lama, seperti muncul perkelahian pelajar, penyalahgunaan narkoba, plagiarisme, kecurangan dalam ujian, korupsi dan gejolak masyarakat.
Keempat, terdapatnya persepsi negatif masyarakat terhadap kurikulum yang ada, seperti, kurikulum sekarang terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan pendidikan karakter.

Terdapat beberapa perubahan di dunia pendidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah, dengan diterapkannya kurikulum 2013 itu. Salah satu, berlaku penambahan jam pelajarran. Jam pelajaran di Sekolah Dasar (SD) bertambah empat jam pelajaran per minggu.
Menurut kurikulum saat ini, jam pelajaran perminggu berdasarkan kelas I, II, II, IV, V, VI adalah 26, 27, 28, 32, 32, 32 jam. Menurut Kurikulum 2013 bertambah menjadi 30, 32, 34, 36, 36, 36 jam per minggu.
Begitu juga di SMP, yang semula 32 jam perminggu ditambah pengembangan maksimal empat jam perminggu, berubah menjadi 38 jam dan dengan pengembangan minimal 4 jam per minggu. Di SMA, kelas X, semula 32 bertambah menjadi 40 per minggu.

Dengan bertambahnya jam pelajaran per minggu, berarti terdapat penambahan waktu anak berada di sekolah setiap hari. Boleh dikatakan hari-hari dan waktu anak akan dihabiskan di sekolah. Ini mirip dengan apa yang diterapkan dengan sistem full day school. Artinya, dengan Kurikulum 2013 siswa makin lama berada di sekolah dibandingkan dengan kurikulum sekarang.

Terdapat beberapa keuntungan dengan makin lamanya siswa di sekolah. Pertama, bertambah waktu untuk aktivitas pengajaran pelatihan, dan pendidikan. Jika sekolah menyikapi tambahan jam pelajaran dengan sistem full day school, sekolah dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00, maka terdapat waktu jeda istirahat bagi siswa.

Waktu jeda dapat dimanfaatkan mengerjakan berbagai latihan, tugas, mengulang pelajaran, baik secara perseorangan atau pun secara berkelompok sambil istirahat. Begitu juga waktu jeda dapat dimanfaatkan untuk berlatih keterampilan tertentu, baik keterampilan kriya, olahraga, atau pun kesenian. Sekolah juga dapat mempersiapkan berbagai program pembentukan kepribadian siswa, program sosial, program keagamaan, dan lain-lain.

Kedua, makin lama siswa berada di sekolah, berarti makin lama siswa di bawah pengawasan guru. Hal ini akan mencegah para siswa berbuat perilaku menyimpang, seperti tawuran, keluyuran, merokok dan sebagainya. Biasanya, para siswa berbuat penyimpangan itu di luar sekolah atau di luar jam sekolah. Jarang siswa yang berani melakukan penyimpangan di sekolah atau pada jam sekolah. Bagaimana pun, pengawasan guru masih ditakuti para siswa.

Masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan sekolah dengan penambahan jam belajar. Misalnya, makin terjalinnya keakraban antarsiswa, keakraban antara gu ru dengan siswa dan lain-lain. Namun, penambahan waktu siswa di sekolah juga akan memiliki berbagai kelemahan, terutama jika sekolah (guru, pemerintah, orang tua) tidak mempersiapkan dengan baik.

Bagaimana pun, ada penambahan waktu siswa di sekolah berdasarkan Kurikulum 2013 harus dipahami sebagai salah satu upaya untuk memperkuat peran sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan.
Selama ini, peran sekolah dalam mendidik siswa masih dikalahkan pengaruh (peran) masyarakat dan lingkungannya karena waktu siswa berada di sekolah, di bawah pengawasan guru masih sedikit. Sebagian besar waktu siswa dihabiskan di luar sekolah sehingga program pendidikan, terutama berkaitan dengan karakter, perilaku dikalahkan peran (contoh, fakta) lingkungan, masyarakat yang tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dikembangkan di sekolah.

Penerapan Kurikulum 2013 yang memperkuat peran sekolah harus dipersiapkan semua pihak dengan baik. Misalnya, apakah sekolah mempersiapkan berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengajaran yang cocok, sehingga tidak membuat siswa jenuh, bosan, tersikssa berada di sekolah.

Pemerintah harus mempersiapkan sarana dan prasarana yang memenuhi standar. Misalnya, apakah semua sekolah sudah bisa melaksanakan sistem pembelajaran satu shift, apakah sarana lain, seperti sarana ibadah, sarana olahraga, kesenian sudah tersedia secara memadai. (*Indra Jaya Nauman, 01-15-2013 )
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Mas Wanto | Mas Wanto Template 2013
Copyright © 2013 MTsN Tapan - All Rights Reserved
Template Created by MTsN Tapan Published by Mas Wanto
Proudly powered by MTsN Tapan